Jumat, 09 Oktober 2015



PENELITIAN LIMBAH PABRIK PT.ANTAM (Aneka Tambang)

A.      Dampak yang di timbulkan dari limbah yang dikeluarkan untuk lingkungan kawasan daerah tersebut.
Dampak yang ditimbulkan dari limbah tersebut ialah air yang menjadi kotor dan kurang bersih di sekitar lingkungan kawasan tersebut namun air yang dikeluarkan dari hasil limbah tersebut dapat diolah kembali agar tidak dapat merusak lingkungan di sekitar kawasan tersebut dan air tersebut dapat digunakan untuk menanam ikan di lingkungan PT.ANTAM. kemudian limbah yang dihasilkan dari penambangan emas di daerah Pongkor ialah pasir atau lumpur bekas sisa penambangan emas namun pasri atau lumpur tersebut di olah kembali agar tidak merusak ekosistem di daerah kawasan tersebut dan hasil pengolahan lumpur tersebut dapat digunakan untuk menyemai pohon mahoni disekitar kawasan penambangan emas di Pongkor.

B.      Dampak positif dan dampak negative yang dihasilkan dari PT.ANTAM
PT.ANTAM menafaatkan limbah tersebut agar tidak merusak ekosistem atau dampak negative terhadap lingkungan sekitar PT.ANTAM seperti contohnya limbah air yaitu digunakan untuk menanam ikan di sekitar halangan PT.ANTAM
Ada beberapa dampak negative yang dihasilkan oleh PT.ANTAM yaitu limbah B3 yang sangat berbahaya terhadap lingkungan sekitar seperti contoh limbah tersebut yaitu oli , lumpur minyak , gemuk (grease) , limbah medis dll. Pengolahan limbah tersebut dilakukan dengan cara dimusnakan dengan alat insinerator atau di serahkan kepada pihak ketiga dan limbah tersebut di simpan dilokasi penyimpanan yang dibuat standart keamanan keselamatan serta dilengkapi system pengemasan khusus dan pencatatan sesuai dengan peraturan pemerintah.

C.      1.Pengolahan limbah cairan
Ada beberapa bentuk limbah yang dihasilkan dari proses produksi maupun kegiatan domestik. Untuk limbah berbentuk cair , penampungan serta pengolahan dilakukan dikolam khusus. Secara berkala penampungan ini dipantau untuk memastikan kualitas limbah agar sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah.
Kegiatan operasional di UBPN Sultra juga menghasilkan limbah cair dalam bentuk sludge marine fuel oil (MFO), yang dikelola dengan cara dimanfaatkan kembali untuk dijadikan bahan bakar. Selama tahun 2012 ada 1.660 kiloliter slude MFO, naik dibandingkan tahun 2011 sebanyak 1.570 kiloliter, karena adanya upaya optimalisasi pemanfaatan kembali MFO tersebut di internal perusahaan.



2.Pengolahan limbah padatan
Limbah padatan yang paling banyak dihasilkan adalah tailing dan slag. Limbah dalam bentuk tailing merupakan sisa hasil pencucian berupa lumpur dari proses hydrometallurgy dengan media air, sedangkan slag adalah hasil sampingan pemisahan logam dari bijinya melalui proses pyrometallurgy menggunakan panas.
Tailing dihasilkan dari kegiatan operasional di UBP Emas pada tahun 2012 adalah 306.178 dry metric tonnes(DMT), naik dibandingkan tahun 2011 sebesar 302.787 DMT. Penyebabnya karena rendahnya kadar emas sehingga sisa produksi (tailing) yang dihasilkan lebih banyak.
Adapun slag dihasilkan dari kegiatan operasional di UBPN Sultra. Selama kurun waktu periode pelaporan dihasilkan 1.000.078 ton slag, lebih rendah dibandingkan tahun 2011 sebanyak 1.046.122 ton.
Pengolahan kedua limbah padatan ini selalu dipantau dan diperiksa berkala di laboratorium. Tailing yang dimanfaatka kembali dalam backfiling mencapai 81.978 DMT atau 27% dari yang dihasilkan, sedangkan sisanya disimpan dalam pond atau dam. Selanjutnya slag dimanfaatkan sebagai material untuk keperluan overburden backfiling. Pada tahun 2012 seluruh slag dimanfaatkan untuk keperluan overburden di sekitar pelabuhan, emplacement dan pabrik feronikel ANTAM di pomalaa.

D.      Apakah limbah tersebut sudah memenuhi standartrisasi yang ditetapkan pemerintah
Sudah , karena limbah tersebut yang dihasilkan oleh PT.ANTAM sudah melalui proses yang di tetapkan oleh pemerintah sehingga limbah tersebut tidak terlalu berpengaruh negative terhadap lingkungan sekitar dan kawasan sekitar.