PENELITIAN LIMBAH
PABRIK PT.ANTAM (Aneka Tambang)
A.
Dampak yang di timbulkan dari limbah yang
dikeluarkan untuk lingkungan kawasan daerah tersebut.
Dampak yang ditimbulkan dari limbah tersebut ialah air yang menjadi kotor
dan kurang bersih di sekitar lingkungan kawasan tersebut namun air yang
dikeluarkan dari hasil limbah tersebut dapat diolah kembali agar tidak dapat
merusak lingkungan di sekitar kawasan tersebut dan air tersebut dapat digunakan
untuk menanam ikan di lingkungan PT.ANTAM. kemudian limbah yang dihasilkan dari
penambangan emas di daerah Pongkor ialah pasir atau lumpur bekas sisa
penambangan emas namun pasri atau lumpur tersebut di olah kembali agar tidak
merusak ekosistem di daerah kawasan tersebut dan hasil pengolahan lumpur
tersebut dapat digunakan untuk menyemai pohon mahoni disekitar kawasan
penambangan emas di Pongkor.
B.
Dampak positif dan dampak negative yang
dihasilkan dari PT.ANTAM
PT.ANTAM menafaatkan limbah tersebut agar tidak merusak ekosistem atau
dampak negative terhadap lingkungan sekitar PT.ANTAM seperti contohnya limbah
air yaitu digunakan untuk menanam ikan di sekitar halangan PT.ANTAM
Ada beberapa dampak negative yang dihasilkan oleh PT.ANTAM yaitu limbah
B3 yang sangat berbahaya terhadap lingkungan sekitar seperti contoh limbah
tersebut yaitu oli , lumpur minyak , gemuk (grease)
, limbah medis dll. Pengolahan limbah tersebut dilakukan dengan cara
dimusnakan dengan alat insinerator atau di serahkan kepada pihak ketiga dan
limbah tersebut di simpan dilokasi penyimpanan yang dibuat standart keamanan
keselamatan serta dilengkapi system pengemasan khusus dan pencatatan sesuai
dengan peraturan pemerintah.
C.
1.Pengolahan limbah cairan
Ada beberapa bentuk limbah yang dihasilkan dari proses produksi maupun
kegiatan domestik. Untuk limbah berbentuk cair , penampungan serta pengolahan
dilakukan dikolam khusus. Secara berkala penampungan ini dipantau untuk
memastikan kualitas limbah agar sesuai dengan standar yang ditetapkan
pemerintah.
Kegiatan operasional di UBPN Sultra juga menghasilkan limbah cair dalam
bentuk sludge marine fuel oil (MFO),
yang dikelola dengan cara dimanfaatkan kembali untuk dijadikan bahan bakar. Selama
tahun 2012 ada 1.660 kiloliter slude
MFO, naik dibandingkan tahun 2011 sebanyak 1.570 kiloliter, karena adanya upaya
optimalisasi pemanfaatan kembali MFO tersebut di internal perusahaan.
2.Pengolahan limbah padatan
Limbah padatan yang paling banyak dihasilkan adalah tailing dan slag. Limbah dalam
bentuk tailing merupakan sisa hasil
pencucian berupa lumpur dari proses hydrometallurgy
dengan media air, sedangkan slag adalah
hasil sampingan pemisahan logam dari bijinya melalui proses pyrometallurgy menggunakan panas.
Tailing dihasilkan dari
kegiatan operasional di UBP Emas pada tahun 2012 adalah 306.178 dry metric tonnes(DMT), naik
dibandingkan tahun 2011 sebesar 302.787 DMT. Penyebabnya karena rendahnya kadar
emas sehingga sisa produksi (tailing)
yang dihasilkan lebih banyak.
Adapun slag dihasilkan dari
kegiatan operasional di UBPN Sultra. Selama kurun waktu periode pelaporan
dihasilkan 1.000.078 ton slag, lebih
rendah dibandingkan tahun 2011 sebanyak 1.046.122 ton.
Pengolahan kedua limbah padatan ini selalu dipantau dan diperiksa berkala
di laboratorium. Tailing yang
dimanfaatka kembali dalam backfiling mencapai
81.978 DMT atau 27% dari yang dihasilkan, sedangkan sisanya disimpan dalam pond atau dam. Selanjutnya slag dimanfaatkan sebagai material untuk
keperluan overburden backfiling. Pada
tahun 2012 seluruh slag dimanfaatkan
untuk keperluan overburden di sekitar
pelabuhan, emplacement dan pabrik
feronikel ANTAM di pomalaa.
D.
Apakah limbah tersebut sudah memenuhi
standartrisasi yang ditetapkan pemerintah
Sudah
, karena limbah tersebut yang dihasilkan oleh PT.ANTAM sudah melalui proses yang
di tetapkan oleh pemerintah sehingga limbah tersebut tidak terlalu berpengaruh
negative terhadap lingkungan sekitar dan kawasan sekitar.