Minggu, 26 Oktober 2014

Ilmu Sosial Dasar




Ilmu Sosial Dasar



Pengantar
Jika sekilas dilihat hubungan antara Ilmu Sosial Dasar (ISD) dengan jurusan yang saya ambil yaitu Teknik Mesin saya merasa sedikit aneh, karena jelas kedua bidang keilmuan tersebut membahas kajian yang berbeda, dimana Ilmu Sosial Dasar merupakan bidang keilmuan yang objek kajiannya merupakan manusia sehingga berhubungan dengan proses-proses yang terjadi di lingkungan sosial masyarakat yang senantiasa berubah sehubungan dengan berubahnya juga orang-orang yang berada didalamnya. Sedangkan Teknik Mesin merupakan bidang keilmuan yang masuk kedalam ilmu pasti atau eksakta dan yang menjadi objek penelitian dalam bidang keilmuan ini adalah benda mati yaitu mesin. Namun dengan diberikannya tugas untuk mencari kaitan atau hubungan antara ilmu sosial dasar dengan teknik mesin saya menjadi mendapatkan pemahaman dan pengetahuan yang lebih luas lagi terkait dengan bidang keilmuan yang saya tekuni saat ini.

Tujuan
Penulisan artikel ini mempunyai tujuan supaya saya semakin memahami kaitan antara dua bidang keilmuan yang berbeda yaitu ilmu sosial dasar dengan teknik mesin. Selain itu juga, artikel ini juga diharapkan akan bermanfaat bagi setiap 

ILMU SOSIAL DASAR  
Ilmu Sosial Dasar adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari atau mengkaji masalah-masalah sosial yang terdapat di dalam sebuah masyarakat dan diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia. Ilmu sosial dasar ini yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam ilmu-ilmu sosial seperti : sejarah, ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, psikologi sosial.
Cakupan dari ilmu sosial dasar ini adalah masalah-masalah sosial yang timbul didalam sebuah masyarakat. Ilmu sosial dasar terdiri dari 8 (delapan) pokok pembahasan yaitu sebagai berikut:
1.      Berbagai masalah kependudukan dalam hubunganya dengan pengembangan masyarakat dan kebudayaan.
2.      Masalah Individu, keluarga dan masyarakat.
3.      Masalah pemuda dan sosialisasi
4.      Masalah hubungan antara Warga Negara dan Negara
5.      Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat.
6.      Masalah masyarakat perkotaan dan masalah pedesaan.
7.      Masalah pertentangan-pertentangan sosial dan integrasi.
8.      Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan keserjahteraan masyarakat.

Program Studi Teknik Mesin
Program Studi Teknik Mesin Universitas Gunadarma yang berdiri pada tahun 1996 memiliki peminatan Teknik Mesin Umum, yang memuat seluruh peminatan yang biasa ada pada Jurusan Teknik Mesin, yaitu peminatan: Material Teknik dan Manufaktur, konversi energi serta Mesin Konstruksi.
Secara umum Program Studi Teknik Mesin ditujukan  untuk mengembangkan sumber daya manusia dan menghasilkan tenaga ahli  yang terampil dan profesional yang menguasai ilmu dan teknologi di bidang Teknik Mesin. Juga memberikan motivasi untuk mengikuti perkembangan  teknologi dan  ilmu pengetahuan secara intelektual agar memiliki kepercayaan diri dan mandiri, serta memiliki motivasi untuk terus berkembang dan dapat beradaptasi dan memecahkan masalah di lingkungan kerja dan masyarakat.
Kurikulum Program Studi Teknik Mesin dengan jenjang strata satu (S-1) Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma meliputi mata kuliah umum, mata kuliah dasar keahlian dan mata kuliah keahlian. Seluruh mata kuliah dalam kurikulum tersebut di atas didistribusikan menjadi 8 semester. Seorang lulusan sarjana Teknik Mesin dapat berkerja dalam bidang:
1.      Bidang Pengoperasian dan Perawatan (Operation & Maintenance)
Semua peralatan memerlukan perawatan untuk menekan biaya operasi, meminimalkan waktu untuk memperbaiki kerusakan (down time), meningkatkan produktifitas, dan memaksimalkan keuntungan.
2.      Bidang Pembangkitan Energi
Pembangkitan tenaga listrik pun memerlukan lulusan Teknik Mesin. Untuk membangkitkan listrik, dibutuhkan mesin utama seperti turbin, pompa, kompresor, peralatan hidraulik, boiler, fan/blower, di samping peralatan kendali dan jaringan jala-jala listrik.
3.      Bidang Manufaktur.
Bidang ini erat kaitannya dengan bidang pengoperasian perawatan. Pabrik-pabrik manufaktur terdiri atas pabrik peralatan sehari-hari (obat, sandang, pangan), pabrik penghasil mesin, pabrik kendaraan baik roda dua (sepeda motor), roda empat (mobil), sampai truk dan alat berat.
4.      Bidang Minyak dan Gas
Peran seorang sarjana Teknik Mesin dalam bidang ini mulai dari pengeboran (drilling) sampai pengoperasian (operation & maintenance).
5.      Bidang Otomotif
Industri otomotif Indonesia merupakan salah satu tempat bekerja yang populer untuk lulusan Teknik Mesin

Hubungan Antara Ilmu Sosial Dasar Dengan Teknik Mesin
            Jika dilihat dari penjelasan diatas, maka kita dapat menarik garis tengah antara ilmu sosial dasar dan bidang keilmuan atau jurusan teknik mesin, meskipun kajian dari kedua bidang tersebut berbeda dimana ilmu sosial dasar mengkaji proses-proses sosial manusia sedang jurusan teknik mesin mengkaji mesin-mesin. Titik pertemuan kedua bidang keilmuan tersebut adalah seorang lulusan teknik mesin bekerja untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia, dimana kita dapat mengetahui kebutuhan-kebutuan tersebut berdasarkan penelaahan kita tentang masalah-masalah sosial yang kerap kali terjadi di lingkungan masyarakat. Jika sudah mengetahui masalah-masalah yang ada, kemudian seorang lulusan teknik mesin dapat berkontribusi dalam penyelesaiannya dengan membuat ide atau gagasan yang sesuai dengan bidang keilmuannya yaitu teknik mesin. Misalnya saja dalam bidang otomotif, seorang lulusan teknik mesin harus dapat mengetahui permasalahan-permasalahan yang terdapat di masyarakat terkait dengan otomotif, contohnya masalah yang ditimbulkan dari hasil gas buangan mesin kendaraan bermotor yang akan mengancam kesejahteraan (kesehatan) masyarakat karena akan menyebabkan polusi udara yang semakin parah. Dengan begitu seorang lulusan teknik mesin dapat menggagas sebuah ide dimana membuat kendaraan bermotor dengan mesin yang unggul sehingga gas buangan yang dihasilkan lebih sedikit atau dengan kata lain membuat mesin yang ramah lingkungan sehingga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, pentingnya ilmu sosial dasar ini diberikan kepada mahasiswa teknik mesin adalah supaya mahasiswa mengetahui proses-proses sosial yang ada. Jadi meskipun mahasiswa teknik yang sangat erat dengan ilmu-ilmu eksakta (seperti fisika, kimia, dan matematika) namun mereka juga dapat mengetahui ilmu sosial khususnya terkait dengan permasalahan-permasalahan sosial yang ada di masyarakat.



Sumber:



Analisis Proses Sosial Dilingkungan

Analisis Proses Sosial



Proses sosial dapat didefinisikan sebagai cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada. Dengan demikian, proses sosial dapat disimpulkan sebagai pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama.
Bentuk umum dari proses sosial ini adalah interaksi sosial karena interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi antara kelompok tersebut sebagai suatu kesatuan dan biasanya tidak menyangkut pribadi anggota-anggotanya. Interaksi sosial hanya berlangsung antara pihak-pihak apabila terjadi reaksi terhadap dua belah pihak. Interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila manusia mengadakan hubungan yang langsung dengan sesuatu yang sama sekali tidak berpengaruh terhadap sistem interaksinya.
Menurut Gillin dan Gillin terdapat dua macam proses sosial sebgaai akibat dari interaksi sosial, yaitu proses-proses yang asosiatif dan proses-proses yang disosiatif.
1.      Proses-Proses Yang Asosiatif
a.       Kerjasama (Cooperation)
Suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai suatu atau beberapa tujuan bersama. Bentuk kerja sama tersebut ber-kembang apabila orang dapat digerakan untuk mencapai suatu tujuan bersama dan harus ada kesadaran bahwa tujuan tersebut di kemudian hari mempunyai manfaat bagi semua.
b.      Akomodasi (Accomodation)
Suatu proses dimana orang atau kelompok manusia yang mulanya saling bertentangan, mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan. Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa meng-hancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya.
c.       Asimilasi (Assimilation)
Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut. Ia ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap, dan proses-proses mental dengan memerhatikan kepentingan dan tujuan bersama.
2.      Proses-Proses Yang Disosiatif
a.       Persaingan
Hal ini dapat diartikan sebagai sutau kondisi dimana individu atau kelompok manusia bersaing untuk mencari keuntungan.
b.      Kontroversi
Kontraversi pada hakikatnya merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian.
c.       Pertentangan
Merupakan suatu kondisi dimana individu-individu menyadari adanya suatu perbedaan-perbedaan yang akhirnya menyebabkan ketegangan didalamnya. Perbedaan-perbedaan tersebut bisa dalam bentuk perbedaan antar individu, perbedaan kebudayaan, dan perbedaan kepentingan.

Jika melihat penjelasan mengenai proses sosial diatas, maka dapat saya simpulkan bahwa proses sosial ini terjadi pada setiap kelompok masyarakat (terdiri atas individu-individu maupun atas kelompok-kelompok keluarga inti) seperti kelompok masyarakat di tempat saya tinggal. Proses-proses sosial yang terjadi dilingkungan masyarakat tempat saya tinggal terjadi dalam beberapa bentuk baik proses yang asosiatif maupun disosiatif. Berikut bentuk-bentuk proses sosial yang terjadi di lingkungan tempat saya tinggal:
  1. Kerjasama (Cooperation)
Kerjasama ini terjadi untuk mencapai tujuan bersama. Salah satu bentuk kerjasama yang terjadi di lingkungan tempat tinggal saya adalah ketika dibentuknya panitia HUT RI yang memiliki tujuan membuat suatu rangkaian kegiatan untuk memperingati kemerdekaan Indonesia. Setiap anggota panitian tersebut saling berdiskusi untuk merancang hal-hal apa saja yang akan dilakukan mereka supaya setiap warga yang berada dilingkungan tersebut dapat merasakan kemerdekaan itu sendiri. Maka disusunlah serangkaian kegiatan dimulai dari upacara bendera bersama-sama yang kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan-perlombaan untuk berbagai kelompok usia seperti anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Rangkaian-rangkaian kegiatan tersebut dapat terjadi dikarenakan adanya kerjasama diantara panitia dan juga karena dukungan dari warga-warga yang tidak termasuk kedalam kepanitiaan tersebut.

2.      Akomodasi (Accomodation)
Seperti yang dijelaskan diatas bahwa akomodasi diawali dengan adanya pertentangan baik antara individu maupun kelompok yang kemudian mereka melakukan penyesuaian untuk mengatasi ketegangan-ketegangan yang ada tersebut. Hal ini dirasakan oleh keluarga saya karena keluarga saya merupakan orang baru di lingkungan tempat tinggal saya sekarang. Kami baru resmi pindah ke lingkungan ini sekitar 5 bulan yang lalu dimana sebelumnya kami ke lingkungan ini hanya untuk menjalankan usaha toko kami yang berada di lingkungan ini. Pada awalnya masuk lingkungan ini, orangtua saya tentunya merasakan adanya perbedaan-perbedaan mulai dari orang-orang yang ada di lingkungan sini, cara mereka untuk saling berinteraksi dan sebagainya. Meskipun hal tersebut tidak berjauh beda dengan lingkunga tempat tinggal saya yang sebelumnya namun tetap saja dibutuhkan penyesuaian untuk dapat merasa nyaman dengan orang-orang yang ada dilingkungan sini. Salah satu cara penyesuaian yang dilakukan oleh orangtua saya adalah seperti bergabung dengan komunitas arisan ibu-ibu karena dengan begitu ibu saya dapat semakin mengenal ibu-ibu yang ada di lingkungan kami.





Sumber: