Minggu, 26 Oktober 2014

Analisis Proses Sosial Dilingkungan

Analisis Proses Sosial



Proses sosial dapat didefinisikan sebagai cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada. Dengan demikian, proses sosial dapat disimpulkan sebagai pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama.
Bentuk umum dari proses sosial ini adalah interaksi sosial karena interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi antara kelompok tersebut sebagai suatu kesatuan dan biasanya tidak menyangkut pribadi anggota-anggotanya. Interaksi sosial hanya berlangsung antara pihak-pihak apabila terjadi reaksi terhadap dua belah pihak. Interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila manusia mengadakan hubungan yang langsung dengan sesuatu yang sama sekali tidak berpengaruh terhadap sistem interaksinya.
Menurut Gillin dan Gillin terdapat dua macam proses sosial sebgaai akibat dari interaksi sosial, yaitu proses-proses yang asosiatif dan proses-proses yang disosiatif.
1.      Proses-Proses Yang Asosiatif
a.       Kerjasama (Cooperation)
Suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai suatu atau beberapa tujuan bersama. Bentuk kerja sama tersebut ber-kembang apabila orang dapat digerakan untuk mencapai suatu tujuan bersama dan harus ada kesadaran bahwa tujuan tersebut di kemudian hari mempunyai manfaat bagi semua.
b.      Akomodasi (Accomodation)
Suatu proses dimana orang atau kelompok manusia yang mulanya saling bertentangan, mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan. Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa meng-hancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya.
c.       Asimilasi (Assimilation)
Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut. Ia ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap, dan proses-proses mental dengan memerhatikan kepentingan dan tujuan bersama.
2.      Proses-Proses Yang Disosiatif
a.       Persaingan
Hal ini dapat diartikan sebagai sutau kondisi dimana individu atau kelompok manusia bersaing untuk mencari keuntungan.
b.      Kontroversi
Kontraversi pada hakikatnya merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian.
c.       Pertentangan
Merupakan suatu kondisi dimana individu-individu menyadari adanya suatu perbedaan-perbedaan yang akhirnya menyebabkan ketegangan didalamnya. Perbedaan-perbedaan tersebut bisa dalam bentuk perbedaan antar individu, perbedaan kebudayaan, dan perbedaan kepentingan.

Jika melihat penjelasan mengenai proses sosial diatas, maka dapat saya simpulkan bahwa proses sosial ini terjadi pada setiap kelompok masyarakat (terdiri atas individu-individu maupun atas kelompok-kelompok keluarga inti) seperti kelompok masyarakat di tempat saya tinggal. Proses-proses sosial yang terjadi dilingkungan masyarakat tempat saya tinggal terjadi dalam beberapa bentuk baik proses yang asosiatif maupun disosiatif. Berikut bentuk-bentuk proses sosial yang terjadi di lingkungan tempat saya tinggal:
  1. Kerjasama (Cooperation)
Kerjasama ini terjadi untuk mencapai tujuan bersama. Salah satu bentuk kerjasama yang terjadi di lingkungan tempat tinggal saya adalah ketika dibentuknya panitia HUT RI yang memiliki tujuan membuat suatu rangkaian kegiatan untuk memperingati kemerdekaan Indonesia. Setiap anggota panitian tersebut saling berdiskusi untuk merancang hal-hal apa saja yang akan dilakukan mereka supaya setiap warga yang berada dilingkungan tersebut dapat merasakan kemerdekaan itu sendiri. Maka disusunlah serangkaian kegiatan dimulai dari upacara bendera bersama-sama yang kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan-perlombaan untuk berbagai kelompok usia seperti anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Rangkaian-rangkaian kegiatan tersebut dapat terjadi dikarenakan adanya kerjasama diantara panitia dan juga karena dukungan dari warga-warga yang tidak termasuk kedalam kepanitiaan tersebut.

2.      Akomodasi (Accomodation)
Seperti yang dijelaskan diatas bahwa akomodasi diawali dengan adanya pertentangan baik antara individu maupun kelompok yang kemudian mereka melakukan penyesuaian untuk mengatasi ketegangan-ketegangan yang ada tersebut. Hal ini dirasakan oleh keluarga saya karena keluarga saya merupakan orang baru di lingkungan tempat tinggal saya sekarang. Kami baru resmi pindah ke lingkungan ini sekitar 5 bulan yang lalu dimana sebelumnya kami ke lingkungan ini hanya untuk menjalankan usaha toko kami yang berada di lingkungan ini. Pada awalnya masuk lingkungan ini, orangtua saya tentunya merasakan adanya perbedaan-perbedaan mulai dari orang-orang yang ada di lingkungan sini, cara mereka untuk saling berinteraksi dan sebagainya. Meskipun hal tersebut tidak berjauh beda dengan lingkunga tempat tinggal saya yang sebelumnya namun tetap saja dibutuhkan penyesuaian untuk dapat merasa nyaman dengan orang-orang yang ada dilingkungan sini. Salah satu cara penyesuaian yang dilakukan oleh orangtua saya adalah seperti bergabung dengan komunitas arisan ibu-ibu karena dengan begitu ibu saya dapat semakin mengenal ibu-ibu yang ada di lingkungan kami.





Sumber:





























































Tidak ada komentar:

Posting Komentar